Kesalahan Umum: Nentuin Harga Asal-Asalan

Pola yang paling sering terjadi: seller menghitung modal bahan baku, terus nambahin angka bulat yang "kelihatan pantas" sebagai harga jual — tanpa benar-benar tahu berapa persen untungnya. Masalahnya, cara ini nggak memperhitungkan biaya-biaya tersembunyi seperti waktu produksi, kemasan, atau ongkos kirim yang sering ditanggung sendiri oleh seller.

Akibatnya, di atas kertas kelihatan untung, tapi begitu dihitung ulang secara detail, marginnya ternyata jauh lebih tipis dari yang dikira — atau malah minus kalau ada biaya yang kelewat dihitung.

Rumus Dasar: Margin vs Markup

Dua istilah ini sering ketuker padahal beda cara hitungnya:

  • Margin = persentase untung dihitung dari harga jual.
    Rumus: Harga Jual = Modal ÷ (1 − Margin%)
  • Markup = persentase untung dihitung dari modal.
    Rumus: Harga Jual = Modal × (1 + Markup%)

Perbedaan ini penting karena hasilnya beda walau angka persennya sama. Markup 30% dari modal Rp20.000 menghasilkan harga jual Rp26.000. Tapi margin 30% dari harga jual menghasilkan harga jual Rp28.571 — karena basis perhitungannya beda.

Contoh Perhitungan

Misalkan modal produksi satu item adalah Rp20.000, dan kamu ingin margin 30% dari harga jual:

KomponenNilai
Modal per itemRp 20.000
Target margin30%
Harga jual (Modal ÷ (1−0.3))Rp 28.571
Untung per itemRp 8.571

Kalau kamu jual 30 item dalam satu batch PO, total untungnya sekitar Rp 257.143 — angka yang jelas dan terukur, bukan sekadar kira-kira.

Tips cepat: nggak perlu hitung manual tiap kali. Coba Kalkulator Harga Jual gratis — tinggal isi modal dan target %, harga jual langsung muncul.

Faktor Lain yang Sering Dilupakan

Modal bahan baku bukan satu-satunya komponen biaya. Sebelum menetapkan harga final, pertimbangkan juga:

  • Kemasan — box, plastik, label, yang sering dianggap "kecil" tapi terakumulasi kalau dijual dalam jumlah banyak.
  • Waktu produksi — kalau kamu mengerjakan sendiri, waktu kamu juga punya nilai, bukan gratis.
  • Ongkos kirim yang ditanggung seller — kalau ada subsidi ongkir, ini harus masuk perhitungan margin.
  • Barang gagal/reject — terutama produk makanan atau kerajinan, selalu ada kemungkinan sebagian gagal dan perlu dihitung sebagai biaya produksi keseluruhan.
  • Biaya platform/pembayaran — kalau pakai payment gateway atau marketplace yang memotong persentase tertentu.

Setelah semua faktor ini masuk hitungan, margin yang "kelihatan aman" di atas kertas kadang perlu direvisi naik supaya tetap menguntungkan.

Sudah tahu harga jual, sekarang rapiin pencatatannya

Poin bantu catat pesanan, invoice otomatis, dan rekap omzet — biar kamu tahu persis untung bersih tiap bulan.

Coba Gratis →